Showing posts with label Liburan. Show all posts
Showing posts with label Liburan. Show all posts

Tuesday, March 27, 2012

Objek Wisata Air Bojongsari (OWABONG) Purbalingga


Wahana Obyek Wisata Air Bojongsari
Obyek wisata air Bojongsari atau lebih dikenal sebagai Owabong adalah tempat wisata keluarga yang memiliki wahana permainan berupa kolam renang, arena gokart, waterboom dan wahana air lainnya. Terletak di desa Bojongsari kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga propinsi Jawa Tengah.


Sejarah Singkat
Berawal dari sebuah kolam renang pribadi yang dibuat oleh warga negara Belanda yang dibangun pada tahun 1946, kemudian diambil alih seorang keturunan Tionghoa bernama Kwi Sing. Pada tahun 2004 dibeli oleh PEMDA kabupaten Purbalingga yang akhirnya membangunnya sebagai sebuah wahana wisata keluarga dan diperluas hingga 4,8 Ha dari sebelumnya yang hanya 1 Ha saja hingga selesai dan diresmikan pada 1 Maret 2005.



Wahana Permainan
  •  Kolam Olympic
  •  Papan luncur, WaterBoom
  •  Kolam sesat
  •  Pesawat fokker
  •  Pantai BebasTsunami
  •  Kolam Pesta Air
  •  Kolam Akhir
  •  Kanal Arus
  •  Kolam Terapi Ikan
  •  Arena Gokart

Perusahaan Daerah Objek Wisata Air Bojongsari (Owabong) Purbalingga bertekat menyajikan industri pariwisata terbaik menyusul diraihnya predikat juara I Lomba Sapta Pesona Tingkat Jawa Tengah dalam kategoru objek wisata buatan.

“Kami harus bisa mempertahankan predikat tersebut di tengah persaingan objek wisata sejenis di Jateng,” kata Manager Humas Owabong, Agus Dwiyantoro di Purbalingga, Sabtu.
Menurut dia, predikat tersebut merupakan motivasi bagi Owabong untuk terus maju sehingga bisa menyajikan industri pariwisata terbaik di Jateng.
Ia mengatakan, ada tiga titik berat penilaian dalam lomba tersebut, yakni pelayanan, kebersihan, dan keramahan.
“Hal ini yang harus kita tingkatkan demi kepuasan wisatawan di samping poin-poin penting lainnya dalam sapta pesona,” katanya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Kabupaten Purbalingga Suyitno mengatakan, Owabong memiliki ciri tersendiri meski objek wisata sejenis dibuka di kabupaten lain di Jateng.
“Saat ini Owabong memiliki wahana terapi ikan, bahkan menurut rencana dalam waktu dekat akan dibuat area Ninja Warrior sebagai wahana tantangan bagi kawula muda,” katanya.
Menurut dia, piagam penghargaan dalam Lomba Sapta Pesona tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah di Hotel Patrajasa Semarang, Jumat (9/10).
Dalam acara tersebut juga diserahkan piagam penghargaan untuk juara II dalam kategori objek wisata buatan kepada Green Land Kota Salatiga dan juara III kepada Pandawa Water World Kabupaten Sukoharjo.
Sementara untuk kategori objek wisata alam, juara I diraih Baturaden Kabupaten Banyumas, juara II diraih Sadakara Kabupaten Karanganyar, dan juara III diraih Pantai Indah Kabupaten Tegal.
Untuk kategori wisata budaya atau religi, juara I dimenangkan Objek Wisata Museum Batik Kabupaten Pekalongan, juara II Candi Borobudur Kabupaten Magelang, dan Juara III Obyek Wisata Benteng Pendem Kabupaten Cilacap. 

Nama besar Owabong sekarang sudah sampai kemana-mana. Buktinya setiap hari Owabong di datangi oleh pengunjung dari berbagai daerah. Apalagi kalau musim liburan, ribuan orang siap memadati Obyek Wisata tersebut. Seperti gambar diatas (title). Suasana liburan di Owabong ya seperti itu. 

Ngomong-ngomong Owabong itu di mana ya ? 

Owabong terletak di desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga. Kalau dari Semarang ke Owabong, perjalanan sekitar 4 jam. 

Sebelum di bangun Owabong, tempat ini juga tempat pemandian ( kolam renang ) namanya Kolam Renang Bojongsari. Jadi ingat masa laluku sewaktu masih kecil mandi di kolam renang Bojongsari ini, airnya dingin dan segar, karena airnya berasal dari mata air pegunungan. Sama seperti Owabong sekarang ini airnya masih tetap segar dan dingin. Bedanya, sekarang sudah semakin besar dan semakin banyak pengunjung. 

Saturday, March 24, 2012

Objek Wisata BatuRaden Purwokerto

Wisata Baturaden terbentang di sebelah selatan di kaki Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 640 m diatas permukaan laut. Baturaden terletak hanya 14 km dari Kota Purwokerto yang dihubungkan dengan jalan yang memadai.Di tempat wisata ini Anda dapat menikmati pemandangan indah & udara pegunungan yang segar dengan suhu 18′°
Celcius-25° Celcius. Sedangkan, Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 m, merupakan gunung berapi terbesar dan gunung tertinggi ke-2 di Jawa. Jika cuacanya bagus, Kota Purwokerto dapat terlihat dari Baturaden, begitu juga dengan Cilacap dan Nusa Kambangan Ketika kita melihat gunung Slamet, kita dapat melihat lereng gunung Slamet yang ditutupi oleh hutan Heterogen Wisata Indonesia Surga Dunia.
Batu Raden merupakan salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sejak tahun 1928, Batu Raden dikenal sebagai obyek wisata pegunungan. Pengunjung bisa menikmati keindahan pemandangan alam dan udara pegunungan yang sejuk dengan suhu antara 18°C-25°C.

Sejarah Batu Raden

Nama Batu Raden berasal dari dua kata (bahasa Jawa), yaitu Batur (bukit, tanah, teman, pembantu) dan Raden (bangsawan). Bila digabung, kata “Batu Raden” dapat bermakna: tanah yang datar atau tanah yang indah. Ada dua versi sejarah Batu Raden, yaitu versi Syekh Maulana Maghribi dan versi Kadipaten Kutaliman. Menurut versi yang pertama, Syekh Maulana Maghribi, Pangeran Rum yang berasal dari Turki dan beragama Islam, pernah merasa penasaran dengan cahaya terang misterius yang menjulang ke angkasa dan bersinar di bagian timur. Sang Pangeran kemudian mencari asal cahaya tersebut. Singkat cerita, setelah melakukan pendakian hingga ke puncak sebuah gunung, Sang Pangeran melihat ada seorang pertapa Buddha yang bersandar pada sebuah pohon jambu yang memancarkan sinar cahaya ke atas. Lokasi ini kemudian dikenal dengan sebutan Batu Raden. Sedangkan menurut versi kedua, cerita Batu Raden terkait dengan kisah cinta antara anak perempuan Adipati Kutaliman dengan pembantunya yang menjaga kuda.

Seni dan Budaya Batu Raden

  1. Grebeg Syura atau Sedekah Bumi. Upacara ini dilakukan pada tanggal 9 Bulan Syura. Tujuannya adalah sebagai tolak bala, yaitu dengan melakukan kegiatan-kegiatan berupa ruwat bumi dan selamatan di makam-makam leluhur.
  2. Kenthongan, merupakan kesenian musik khas Banyumas. Alat utama kesenian ini adalah kenthong yang berupa potongan bambu yang diberi lubang di sisinya secara memanjang. Untuk memainkannya perlu dikentong.
  3. Calung dan lengger. Calung merupakan alat musik yang juga terbuat dari potongan bambu, diletakkan secara melintang, dan dimainkan dengan cara dipukul. Sedangkan lengger adalah tarian yang dimainkan dua orang perempuan atau lebih dan diiringi dengan calung.
  4. Pakaian adat Banyumas. Pakaian adat Banyumas ada dua macam, yaitu pakaian untuk kalangan wong cilik (seperti pakaian ancingan, bebed wala, pinjungan, iketan, dan nempean) dan pakaian untuk kalangan bangsawan (beskap untuk pria dan nyamping untuk perempuan).
  5. Ebeg (kuda lumping). Ebeg merupakan tarian tradisional Banyumas dengan ciri khasnya menggunakan kuda kepang. Dalam pertunjukan biasanya diiringi dengan gamelan yang bernama bendhe.
  6. Pameran tanaman hias, seperti havana, daun dewa, dan palem paris.
  7. Sadranan. Ritual ini berupa bersih-bersih makam yang dilanjutkan dengan acara kenduren. Tujuannya adalah untuk mengenang arwah para leluhur.

Fasilitas di Batu Raden


Queen Hotel Baturaden

Sebagai kawasan wisata yang telah banyak dikunjungi oleh wisatawan Nusantara dan mancanegara, Batur Raden telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang pariwisata yang cukup lengkap seperti  hotel-hotel berbintang, restoran maupun arca rekreasi seperti Lokawisata.

Wisata di Bromo



Bromo
Dingin, begitulah yang akan Anda rasakan saat pertama kali Anda keluar dari kendaraan Anda. Suhu disini mencapai 10 derajat bahkan sampai 0 derajat Celsius saat menjelang pagi. Maka, Anda hendaknya mempersiapkan pakaian dingin, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki, syal untuk mengatasinya. Tapi, bila Anda melupakan perlengkapan tersebut, ada banyak penjaja keliling yang menawarkan dagangannya berupa topi, sarung tangan, atau syal.